Rabu, 27 Desember 2017

Menguak Filosofi Geneng dan Lesung

 





GENENG DAN LISUNG

         Salah satu peralatan hidup yang digunakan oleh masyarakat  suku sasak adalah Lisung Geneng. Lisung Geneng merupakan lat penumbuk tradisional masyarakat suku sasak  yang berada disekitar wilayah Lombok Timur. Pada dasarnya Lisung Geneng terbuat dari bahan kayu kemiri(Lekong), kayu nangka dan kayi paoq atau mangga  yang terdiri dari sebuah Lesung dan sebuah anak lesung yang bentuknya bulat dan pada bagian tengahnya dibuatkan lubang sebagai tempat untuk menaruh barang-barang yang akan ditumbuk. Bentuk bulat dan memanjang yang berfungsi menumbuk atau melebur barang disebut “Lisung”, atau yang biasa disebut oleh Masyarakat Kecamatan Pringgabaya dengan sebutan “Anak kalung”. Sedangkan Geneng fungsinya untuk menumbuk atau menghancurkan barang yang ada di dalam lesung tersebut.
                             
     Biasanya Lisung Geneng ini digunakan disaat ada acara gawe, Jika ada warga yang akan melaksanakan tradisi gawe maka setiap warga perempuan membawa Lisung Geneng ke rumah penyelenggara gawe  dan di sana mereka bersama-sama menumbuk(nujak) dalam bahasa sasaknya. Kini alat tersbut langka dan hanya beberapa orang saja yang masih menyimpan dan mengabadikannya. Padahal alat ini juga memiliki  makna  filosofi yang menggambarkan bahwa Lisung adalah perlambangan kesuburan perempuan, dan Geneng merupakan perlambangan kesuburan laki-laki.
          
         
 

21 komentar:

  1. Wahh... lisung lanbanh kesuburann... mmm super orang sasak banyak filosifinya... Tanks ya infonya di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  2. Wah unik sekali ,,,jadi wawasan tentang tradisi sasak bertambah
    Mksh infonya

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat, jadi lebih tau tentang kebudayaan sasak

    BalasHapus
  4. Informasi yg sangat bermanfaat ! Terimkasih banyak min !

    BalasHapus
  5. Terimakasih dan alhamdulillah jika artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan nada semua.

    BalasHapus
  6. Masih ada sampe sekarang di rumah. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  7. Maaf tadi tak terlihat. Di daerah Bima pun ada alat semacam ini. Semoga hadirnya alat alat modern tidak menggeser nilai alat-alat tradisional.

    BalasHapus
  8. Terimakasih kak cindra ini sangat bermanfaat dan berguna untuk menambah wawasan tentang budaya sasak

    BalasHapus
  9. Apakah alat tradisional ini hanya ada di wilayah Lombok Timur?

    BalasHapus