GENENG DAN LISUNG
Salah satu peralatan
hidup yang digunakan oleh masyarakat
suku sasak adalah Lisung Geneng. Lisung Geneng merupakan lat penumbuk
tradisional masyarakat suku sasak yang
berada disekitar wilayah Lombok Timur. Pada dasarnya Lisung Geneng terbuat dari
bahan kayu kemiri(Lekong), kayu nangka dan kayi paoq atau mangga yang terdiri dari sebuah Lesung dan sebuah
anak lesung yang bentuknya bulat dan pada bagian tengahnya dibuatkan lubang
sebagai tempat untuk menaruh barang-barang yang akan ditumbuk. Bentuk bulat dan
memanjang yang berfungsi menumbuk atau melebur barang disebut “Lisung”, atau
yang biasa disebut oleh Masyarakat Kecamatan Pringgabaya dengan sebutan “Anak
kalung”. Sedangkan Geneng fungsinya untuk menumbuk atau menghancurkan barang
yang ada di dalam lesung tersebut.
Biasanya Lisung Geneng ini digunakan disaat ada acara gawe, Jika ada warga yang akan melaksanakan tradisi gawe maka setiap warga perempuan membawa Lisung Geneng ke rumah penyelenggara gawe dan di sana mereka bersama-sama menumbuk(nujak) dalam bahasa sasaknya. Kini alat tersbut langka dan hanya beberapa orang saja yang masih menyimpan dan mengabadikannya. Padahal alat ini juga memiliki makna filosofi yang menggambarkan bahwa Lisung adalah perlambangan kesuburan perempuan, dan Geneng merupakan perlambangan kesuburan laki-laki.
Biasanya Lisung Geneng ini digunakan disaat ada acara gawe, Jika ada warga yang akan melaksanakan tradisi gawe maka setiap warga perempuan membawa Lisung Geneng ke rumah penyelenggara gawe dan di sana mereka bersama-sama menumbuk(nujak) dalam bahasa sasaknya. Kini alat tersbut langka dan hanya beberapa orang saja yang masih menyimpan dan mengabadikannya. Padahal alat ini juga memiliki makna filosofi yang menggambarkan bahwa Lisung adalah perlambangan kesuburan perempuan, dan Geneng merupakan perlambangan kesuburan laki-laki.
Wahh... lisung lanbanh kesuburann... mmm super orang sasak banyak filosifinya... Tanks ya infonya di tunggu postingan selanjutnya
BalasHapusfilosofi luar biasa.
BalasHapusmaksih infonya
Wah unik sekali ,,,jadi wawasan tentang tradisi sasak bertambah
BalasHapusMksh infonya
Sangat bermanfaat, jadi lebih tau tentang kebudayaan sasak
BalasHapusWah. luar biasa.
BalasHapusTerimakasih informasinya yaa
BalasHapusBagus banget menambah wawasan
BalasHapusWah menarik artikel ya
BalasHapusSangat bermanfaat terimakasih
BalasHapusInformasi yg sangat bermanfaat ! Terimkasih banyak min !
BalasHapusIkut nujak cindra
BalasHapusIkut nujak
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusTerimakasih dan alhamdulillah jika artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan nada semua.
BalasHapusMasih ada sampe sekarang di rumah. Alhamdulillah.
BalasHapusSangat filosofis sekali.
BalasHapusKenapa tidak menampilkan fotonya?
BalasHapusMaaf tadi tak terlihat. Di daerah Bima pun ada alat semacam ini. Semoga hadirnya alat alat modern tidak menggeser nilai alat-alat tradisional.
BalasHapusTerimakasih kak cindra ini sangat bermanfaat dan berguna untuk menambah wawasan tentang budaya sasak
BalasHapusBeragam budaya.. keren
BalasHapusApakah alat tradisional ini hanya ada di wilayah Lombok Timur?
BalasHapus